Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Klaster UMKM Capai 100%

by -28 views
Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Klaster UMKM Capai 100%

Perdananews Finance – Usaha pemerintah untuk memaksimalkan penyaluran program pemulihan ekonomi nasional sepertinya bisa dikatakan berhasil. Sebagian besar klaster menyerap hingga lebih dari 80% anggaran program. Bahkan klaster UMKM menyerap hingga 100%.

Realisasi program pemulihan ekonomi nasional ini disalurkan melalui berbagai skema. Bantuan Produktif Pelaku Usaha Mikro, Restrukturisasi Kredit UMKM, dan Pembiayaan Investasi Melalui LPDB KUMKM mencapai angka 100%.  Sementara Program Penjaminan Kredit UMKM mencapai 99,52%, Subsidi Bunga mencapai realisasi sebesar 63% dan pph Final UMKM 96,10%.

Setidaknya sebanyak 12 juta pelaku usaha kecil dan mikro menerima manfaat program ini. Di antaranya 101 ribu pelaku UMKM melalui pembiayaan investasi LPDB dan 4,6 juta debitur kredit mikro yang mendapat restrukturisasi kredit. Debitur kredit untuk usaha kecil dan mikro juga mendapat bantuan lainnya berupa subsidi bunga UMKM (22,18 juta debitur). Penjaminan kredit UMKM (761 ribu debitur), dan keringanan pajak untuk pengusaha UMKM (233 ribu unit  usaha).

Pencapaian Merata Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Secara umum, pencapaian realisasi program ini juga bisa dikatakan berhasil secara merata. Dari enam klaster yang mendapat suntikan dana, hanya dua klaster yang realisasinya berada di bawah angka 50%.  Klaster tersebut adalah klaster Intensif Usaha yang mencapai realisasi sebesar 45,4% atau Rp 54,73 triliun. Serta klaster Pembiayaan Korporasi yang terealisasi 13,4% atau sebesar Rp 8,16 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 60,73 triliun.

Klaster perlindungan sosial menempati posisi kedua dalam realisasi program, yaitu 94,7% (Rp217,99 triliun). Beberapa programnya bahkan telah terealisasi hingga 100%, seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Beras, Kartu Sembako dan Bantuan Tunai. Program lainnya yaitu Bansos Jabodetabek, Bansos Tunai Non Jabodetabek, Bantuan Subsidi Upah/Gaji, Bantuan Subsidi Upah/Gaji Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag juga telah tuntas.

Program perlindungan sosial yang belum mencapai 100% adalah Kartu Pra Kerja, program diskon listrik dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang realisasinya paling rendah, 64,43%. Secara keseluruhan program PEN di klaster perlindungan sosial telah menyentuh 67,54 juta keluarga penerima manfaat. 

Program pemulihan ekonomi nasional ini adalah usaha pemerintah untuk mendukung kestabilan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid 19. Tercatat, hingga 23 Desember 2020, progres realisasi program ini telah memanfaatkan dana anggaran negara sebesar Rp 502,71 triliun atau 72,3% dari total anggaran Rp 695,2 triliun.